Reynaldi Latief, The Story
Just another WordPress.com weblog

Mihaly’s 10 Creativity Paradox,,

10 creativity paradox by Mihaly,

dan dibawah ini adalah komentar saya terhadap paradox tersebut,

1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.

Sudah jelas bahwa orang-orang kreatif terlihat lebih ceria dan banyak energi, karena mereka berpikiran bahwa apa pun bisa dibuat dan semua juga dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Namun memang ada beberapa orang kreatif yang lebih pendiem dan menyendiri, karena mereka lebih senang berpikir dan bergerak sesuai dengan apa yang diproses oleh otak mereka yang paling efisien dan benar, yang membuat mereka lebih terlihat pendiam dan pemikir.

2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.

Orang- orang kreatif cenderung pintar dalam hal otak, namun beberapa orang kreatif kurang mempunyai keinginan untuk menggunakan otak tersebut dalam hal berpikir. Mereka melihat bila saya sebenarnya pintar, namun malas untuk menggunakan kepintaran tersebut. Dan juga orang kreatif kadang- kadang lebih naif dari orang biasa, ini dikarenakan mereka selalu mengira kalau mereka yang paling benar, dan mereka yakin terhadap pendapat tersebut.


3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.

Orang- orang kreatif cenderung dapat membagi dan menempatkan dirinya pada saat gembira dan bersuka cita dengan pada saat ia harus diam dan mendengarkan. Ia mengerti jelas apakah konsep gembira dan disiplin tersebut, dan Ia cenderung dapat menempatkan dirinya di situasi yang tepat untuk kedua perilaku tersebut. Dan orang- orang kreatif cenderung dapat menyeimbangkan tanggung jawab tanggung jawabnya. Dimana Ia harus mengambil tanggung jawab pada perilakunya, dan dimana Ia harus mundur.


4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.

Banyak dari orang kreatif yang mempunyai dunia sendiri dimana Ia dapat bebas, dunia tersebut adalah imaginasi dan fantasi yang Ia punya. Di dalam dunia tersebutlah, Ia dapat memikir, membuat, dan mewujudkan sesuatu yang dianggap tidak mungkin dalam dunia nyata. Tetapi mereka tetap dapat membedakan dengan jelas antara kenyataan dengan khayalan mereka. Apa yang mereka pikir dapat dilakukan di dunia nyata, pasti akan dibuat kenyataan nantinya.

5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.

Seperti yang dijelaskan pada nomor 1, orang kreatif cenderung bersifat terbuka dan juga ada yang tertutup. Ada saat dimana mereka akan membuka pikirannya kepada orang- orang disekitar mereka, ada juga saat mereka menjadi pendiam dan perenung untuk memikirkan kreasi- kreasi baru lainnya.

6. Creative people are humble and proud at the same time.

Sudah jelas orang- orang yang kreatif mempunya sense of pride yang tinggi. Mereka menjunjung tinggi harga diri dimana pendapat mereka akan selalu dihargai dan dibenarkan dalam segala hal. Tetapi banyak dari mereka juga rendah hati dan memberikan ide- ide baru kepada lingkungan sekitar mereka, Ini disebabkan karena mereka igin dihargai dari segi yang tidak terlalu membesarkan diri dan mencolok.

7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.

Mayoritas dari orang- orang kreatif  tidak mempedulikan stereotyping, mereka lebih fokus kepada apa yang setiap individu dapat lakukan, lebih dari apakah yang dapat laki- laki lakukan ketimbang perempuan dan sebaliknya. Mereka lebih menyukai bekerja dengan cross gender dibanding dengan gender yang sama. Ini dikarenakan mereka lebih suka melihat pendapat dari berbagai gender.

8. Creative people are both rebellious and conservative.

Banyak dari orang- orang yang kreatif lebih cenderung memberontak, ini dikarenakan lingkungan yang mereka tempati kurang setuju dan menyatu dengan ide- ide atau vision- vision yang Ia miliki. Bila hal ini terjadi, sudahlah pasti bahwa orang- orang yang kreatif tersebut akan memberontak. Dan hal ini juga sama terhadap sifat konservatif pada orang- orang yang kreatif, mereka lebih banyak mendekati dan merangkul orang- orang lingkungan sekitarnya bila Ia anggap Ia sudah cocok terhadap lingkungan tersebut.

9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.

Paradox nomor 9 ini adalah paradox favorit saya, dikarenakan sudah jelas bahwa orang yang kreatif lebih cenderung sangat berhasrat terhadap pekerjaan mereka, dan hal tersebut terjadi BILA mereka menyukai pekerjaan tersebut dari awalnya. Dan bila mereka tidak menyukai pekerjaan tersebut, mereka akan cenderung bersifat objektif dan lebih mencemooh kearah pekerjaan tersebut.

10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.

Karena keterbukaan yang berlebih pada orang- orang yang kreatif, mereka cenderung dilihat oleh publik lebih sombong dan berisik dibanding orang- orang biasa. Mereka lebih cenderung untuk meresapi kata- kata negatif yang disebutkan oleh publik dibanding orang lain, sehingga menyebabkan sakit hati yang lebih mendalam dibanding orang- orang lain disekitarnya. Ini juga berlaku sebaliknya dalam hal bergembira, mereka cenderung lebih menikmati hal- hal yang menggembirakan yang kecil, apapun yang mereka rasakan lebih terpikir dan terukir jelas dalam otak mereka, yang menyebabkan sifat overly sensitive.


Advertisements

No Responses to “Mihaly’s 10 Creativity Paradox,,”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: